Nurainiajeeng's Blog

Pemilihan Dan Penentuan Lokasi Lahan Industri

Posted on: March 27, 2011

Industri berasal dari kata “industria” yang menurut bahasa latin berarti buruh atau pemakaian tenaga kerja. Kata “industrie” dalam bahasa Perancis mempunyai pengertian pengelolahan dan memproduksi bahan kebutuhan. Dalam bahasa Jerman, industri mempunyai arti khusus yaitu usaha pengelolahan yang dilakukan secara besar-besaran dan menggunakan mesin-mesin modern. Sedangkan industri sendiri memiliki arti luas dan arti sempit. Arti luas industri adalah mencakup semua usaha dan kegiatan dibidang ekonomi yang sifatnya produktif. Arti sempit industri adalah hanya terbatas pada tipe kegiatan ekonomi sekunder, yakni segala macam usaha dan kegiatan yang sifatnya mengubah dan atau mengelolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi (manufacturing).
Untuk membuat suatu industri yang baik dan menguntungkan dalam segala hal, haruslah didukung oleh lokasi lahan yang baik juga. Penempatan lahan ini sangat berpengaruh penting pada sebuah industri. Lokasi industri adalah suatu tempat dimana industry itu melakukan kegiatan fisik. Kedudukan industri dapat berbeda dengan lokasi industri, karena kedudukan perusahaan. Lokasi lahan menentukan apakah industri ini bisa berjalan dengan baik atau tidak. Ada beberapa faktor penentu lokasi industri, faktor lokasi yang dipakai dalam geografi perindustrian berkaitan erat dengan gejala yang berpengaruh atas penempatan pabrik. Faktor-faktor lokasi diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Letak dari sumber bahan mentah untuk produksi
b. Letak dari pasar konsumen
c. Sumber suplai tenaga kerja
d. Ketersediaan pengangkutan atau transportasi
e. Wilayah sumber bahan bakar dan sumber tenaga (energi)
f. Medan wilayah
g. Kebijakan pemerintah

Jenis-jenis lokasi industri
1. Lokasi industri yang ditetapkan pemerintah
Lokasi ini sudah ditetapkan dan tidak bisa seenaknya membangun perusahaan di luar lokasi yang telah ditentukan. Contohnya; Kawasan Industri JABABEKA Cikarang, Kawasan Industri Pulogadung, dan Besi Baja Krakatau Steel.
2. Lokasi industri yang mengikuti sejarah
Lokasi industri yang dipilih biasanya memiliki nilai sejarahtertentu yang dapat memberikan pengaruh pada kegiatan bisnis. Contohnya; membangun industry udang di Cirebon yang merupakankota udang.
3. Lokasi industri yang mengikuti kondisi alam
Lokasi industri yang tidak bisa dipilih-pilih karena sudah dipilihkan oleh alam. Contohnya pertambangan emas di Cikotok (Jawa Barat), pertambangan aspal di Buton (Kepulauan Riau), pertambangan gas alam di Bontang (Kaltim).
4. Lokasi industri yang mengikuti faktor-faktor ekonomi
Pemilihan lokasi industri jenis ini dipengaruhi terutama oleh faktor ekonomi seperti faktor ketersediaan tenaga kerja, faktor kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan lai-lain.
Pemilihan dan penentuan lokasi industri ini berkaitan dengan aglomerasi dan deglomerasi.
• Aglomerasi
Aglomerasi adalah pengelompokkan beberapa perusahaan dalam suatu daerah atau wilayah sehingga membentuk daerah khusus industri. Aglomerasi dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu aglomerasi primer, dimana perusahaan yang baru muncul tidak ada hubungannya dengan perusahaan lama, dan aglomerasi sekunder jika perusahaan yang baru beroperasi adalah perusahaan yang memiliki tujuan untuk member pelayanan pada perusahaan yang lama. Beberapa sebab pemicu terjadinya aglomerasi:
1) Tenaga kerja yang tersedia banyak yang memiliki kemampuan dan keahlian yang lebih baik dibandingkan diluar daerah tersebut
2) Daya tarik suatu perusahaan bagi perusahaan lain
3) Perkembangan suatu perusahaan kecil menjadi besar, sehingga menimbulkan perusahaan lain ikut menunjang perusahaan yang membesar tersebut
4) Perpindahan suatu kegiatan produksi dari satu tempat ke beberapa tempat lain
5) Perpindahan perusahaan lain agar lebih mendekati sumber bahan untuk aktivitas produksi yang dihasilkan oleh perusahaan yang sudah ada sehingga dapat saling menunjang satu sama lain.
• Deglomerasi
Deglomerasi adalah suatu kecenderungan perusahaan untuk memilih lokasi usaha yang terpisah dari kelompok lokasi perusahaan lain. Beberapa sebab pemicu terjadinya deglomerasi:
1) Harga buruh yang semakin meningkat didaerah padat industri
2) Penyempitan luas tanah yang dapat digunakan, karena sudah banyak dipakai untuk perumahan dan kantor pemerintahan
3) Harga tanah yang semakin tinggi didaerah padat
4) Sarana dan prasarana di daerah lain semakin baik namun harga tanah dan upah buruh masih rendah.

NUR AINI SEKAR PUTRI M
15510110
1PA04

1 Response to "Pemilihan Dan Penentuan Lokasi Lahan Industri"

Numpang promo ya gan..:D

LOWONGAN KERJA SAMPINGAN GAJI 3 Juta/MINGGU

Kerja Management dari program kerja online (Online Based Data Assignment Program / O.D.A.P) MEMBUTUHKAN 200 KARYAWAN diseluruh indonesia yang mau kerja sampingan online dengan potensi penghasilan 3 JUTA/MINGGU+GAJI POKOK 2 JUTA/BULAN, Tugasnya hanya ENTRY DATA, per entry @10rb, Misal hari ini ada kiriman 200 data dari O.D.A.P yang harus di ENTRY berarti kita dapat hari ini @10Rb x 200 = 2 JUTA. Lebih Jelasnya kirimkan Nama LENGKAP & EMAIL ANDA.

Buka http://www.penasaran.net/?ref=cdizbb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: