Nurainiajeeng's Blog

Cara Menulis Cerpen

Posted on: March 27, 2011

Salah satu jenis karya sastra yang cukup diminati kalangan remaja adalah cerpen. Dengan ceritanya yang pendek dan tidak terlalu kompleks, cerpen cocok dijadikan bacaan diwaktu senggang. Cerpen merupakan cerita yang bersifat khayalan dan kebenarannya hanya sebatas dalam imajinasi pengarang. Namun, biasanya cerpen adalah refleksi kehidupan masyarakat. Cerita yang diangkat merupakan apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Secara umum, cerpen (short story) sama dengan prosa fiksi lainnya yang dibangun atas unsure ekstrinsik dan intrinsik. Dalam cerpen, juga terdapat unsur tema, tokoh, latar, sudut pandang, pengarang, dan dialog. Meskipun demikian, ada sifat-sifat khusus cerpen yang membedakannya dengan prosa fiksi lainnya. Berikut ini merupakan beberapa ciri-ciri cerpen:
• Terdiri dari sekitar 3-5 halaman
• Dalam sebuah cerpen ada 1-5 tokoh, tokoh dalam cerpen tidak secara detail digambarkan
• Kisah dalam cerpen diceritakan secara singkat
• Tidak terlalu banyak menggunakan latar tempat dalam penceritaan
• Biasanya hanya memiliki satu alur dan klimaks, dan biasanya alurnya maju
• Biasanya hanya ada peristiwa yang umum, dan tidak lebih dari 5 peristiwa

Ada banyak aliran dalam cerpen, diantaranya adalah:
• Realisme → yang melukiskan keadaan secara sesungguhnya
• Romantisme → yang menggunakan perasaan/ intuisi untuk mengungkapkan rahasia alam
• Naturalisme → yang melukiskan kehidupan manusia secara terang-terangan
• Absurdismen → yang menyajikankisah hidup yang tak terpahami atau nisbi
• Impresionisme → yang melukiskan suatu kejadian dan spontan sehingga banyak hal tidak terduga

Pengarang yang kreatif tidak akan kebingungan mencari ide cerita karena setiap orang mempunyai pengalaman hidup. Pengalaman merupakan sumber inspirasi yang terus terbarui dan tidak akan pernah habis digali. Tergantung bagaimana seseorang menggunakan perspektifnya dalam memandang dan memaknainya. Pengalaman tidak selalu datang dari kejadian yang dialami diri sendiri, tetapi juga bisa berasal dari kehidupan orang lain. Langkah menulis cerpen tidak jauh berbeda dengan mengarang pada umumnya. Berikut ini adalah tahap-tahap penulisan cerpen.
1. Menentukan tema cerpen
Tema merupakan permasalahan dasar yang menjadi pusat perhatian dan akan diuraikan agar menjadi jelas. Tema sangat berkaitan dengan amanat/ pesan/ tujuan yang hendak disampaikan kepada diri pembaca.
2. Mengumpulkan data-data, keterangan, informasi, dokumen yang terkait dengan peristiwa/ pengalaman yang menjadi sumber inspirasi cerita.
3. Menentukan garis besar alur atau plot cerita. Secara bersamaan dengan tahap ini, menciptakan tokoh dan menentukan latar cerita
4. Menetapkan titik pusat kisahan atau sudut pandang pengarang
5. Mengembangkan garis besar cerita menjadi cerita utuh
6. Memeriksa ejaan, diksi, dan unsur-unsur kebahsaan lain serta memperbaikinya jika terdapat kekeliruan

Di dalam cerpen juga terdapat pula unsur instrinsik dan juga unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang ada di dalam cerpen. Yang termasuk unsur intrinsik adalah sebagai berikut:
• Tema
Merupakan topik atau garis besar apa yang diceritakan dalam cerpen.
• Latar
Adalah penggambaran ruang, waktu, dan segala situasi yang menjadi ruang bagi tokoh cerita untuk hidup, bergerak, atau mengalami berbagai peristiwa. Latar dibagi menjadi;
 waktu
 tempat
 suasana alamiah
 suasana batiniah
 sosial budaya
• Tokoh dan perwatakan
Perwatakan adalah penampilan keseluruhan ciri-ciri atau tipe dari seorang tokoh pelaku dan bagaimana cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan watak tokoh.
Ada dua macam cara untuk memperkenalkan tokoh dan karakteristik tokoh dalam fiksi, yaitu sebagai berikut:
a) Secara analitik (langsung) : pengarang langsung memaparkan tentang watak atau karakter tokoh, pengarang menyebutkan bahwa seorang tokoh keras hati, keras kepala, penyayang, dan sebagainya.
b) Secara dramatik (tidak langsung) : penggambaran perwatakan yang tidak diceritakan langsung, tetapi disampaikan melalui; pilihan nama tokoh, penggambaran fisik atau postur tubuh, cara berpakaian, tingkah laku tokoh, keadaan lingkungannya, dialog tokohdengan dirinya atau dengan tokoh lainnya, dan pola pikir saat menghadapi masalah.
Ditinjau dari cara dan hasil penggambarannya, ada empat macam perwatakan, yaitu sebagai berikut;
a) Perwatakan statis, yaitu pelukisan watak sang tokoh tetap tidak berubah-ubah dari awal sampai akhir cerita.
b) Perwatakan dinamis, yaitu watak snag tokoh berubah atau berkembang dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat sesuai dengan situasi yang dimasukinya.
c) Perwatakan datar, yaitu watak sang tokoh disoroti hanya dari satu unsure atau satu dimensi saja
d) Perwatakan bulat, yaitu watak sang tokoh dilukiskan dari segala aspek dan meliputi semua dimensi, yaitu dimensi fisiologis, psikologis, dan sosial seperti yang terdapat pada tokoh nyata dalam hidup sehari-hari.

• Alur
Merupakan jalan cerita dalam cerpen. Alur dibagi menjadi tiga, yaitu:
a) Alur maju → bercerita terus ke depan
b) Alur mundur → bercerita ke masa yang lalu (lampau)
c) Alur campuran → bercerita tentang masa depan, tapi diselingi dengan cerita kejadian lalu (flashback)
• Sudut pandang
Merupakan bagaimana penulis atau pengarang memposisikan dirinya didalam cerita.
• Amanat
Merupakan pesan apa yang dapat kita ambil dalam cerita

NUR AINI SEKAR PUTRI M
15510110
1PA04

About these ads

1 Response to "Cara Menulis Cerpen"

cara untuk mencari alur cerita itu gmna???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: